Selasa, 26 November 2013

Shortest 1

Iklan 1

Fakta tentang roti tawar

1. Tidak ada nutrisi

Ternyata, roti tidak mengandung nutrisi apa pun. Makanan ini hanya mengenyangkan perut, namun tidak memberikan asupan protein dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.


Quote:2. Kadar sodium tinggi

Roti memiliki kandungan sodium/natrium yang sangat tinggi. Hal itu berkontribusi pada munculnya penyakit jantung. Jika Anda sering mengonsumsi roti tawar, kadar garam dalam tubuh akan meningkat. Sama saja menaruh diri Anda pada sebuah malapetaka.


Quote:3. Membuat gemuk

Mengonsumsi roti dalam jadwal diet adalah pilihan yang salah. Sebab, di dalam roti mengandung banyak kalori yang dapat meningkatkan berat badan Anda.


Quote:4. Tidak membuat kenyang

Antara roti tawar dan roti gandum, mana yang akan Anda pilih? Mayoritas dari Anda pasti akan memilih roti tawar karena rasanya lebih enak. Ya, memang benar. Namun, ternyata roti tawar tidak dapat mengenyangkan. Anda harus mengambil beberapa buah roti, barulah Anda merasa kenyang.


Quote:5. Mengandung protein 'jahat'

Gandum memiliki kadar protein 'jahat' (glutten) yang sangat tinggi. Jenis protein ini dapat menimbulkan penyakit seliaka, suatu penyakit yang menyebabkan perut terasa sakit setelah mengonsumsi makanan.


Quote:6. Tinggi karbohidrat

Para ahli mengatakan bahwa semua makanan yang terbuat dari roti memiliki jumlah karbohidrat yang sangat tinggi. Jika Anda terus mengonsumsinya, bisa-bisa Anda mengalami overdosis karbohidrat. Hal ini akan menyebabkan Anda mengalami kabut otak yang dapat menurunkan fungsi kognitif.


Quote:7. Meningkatkan kadar gula dalam darah

Pati dalam roti akan terpecah sangat cepat ketika memasuki saluran pencernaan dan akan memasuki aliran darah menjadi glukosa. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula dalam darah dan kadar insulin melonjak dengan cepat.


Quote:8. Mengandung sirup jagung fruktosa

Sebagian jenis roti pasti mengandung sirup jagung fruktosa dalam jumlah yang tinggi, seperti makanan olahan. Jenis gula ini memberi dampak buruk pada kesehatan Anda.

Anak Indonesia Tukang Nyontek

JAKARTA - Ujian nasional (UN) dinilai hanya mengganggu proses pembelajaran di kelas karena hanya dilihat dari segi kelulusannya saja.

"UN hanya dilihat dari segi kelulusannya saja. Sistem tersebut merupakan mekanisme pasar yang mengganggu proses pembelajaran di kelas. Padahal proses pembelajaran di sekolah merupakan pendidikan yang berkarakter," ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Zulkarnaen Sinaga, saat ditemui di @america, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Dirinya pun mempertanyakan, apakah lulus UN tersebut harus dengan nilai yang bagus? Apakah bisa mendapat hadiah serta harus mendapatkan ranking, jika memang lulus UN. Hingga muncul dibenaknya terhadap penilaian UN yang menganut sistem 20 paket.

"Anak-anak Indonesia tukang nyontek. Karakter pendidikannya tidak membentuk. Kemudian peran guru tentang sekolah, karena kita terikat pendidikan pada sistem," ungkapnya.

Oleh karena itu, peran guru di sini sangatlah penting. Karena guru sebagai ujung tombak pembentukan karakter pelajar, selain orangtua. Menurut dia, dalam kasus UN, harus ada standar peraturan sehingga membuat guru mantap melangkah dalam mendidik muridnya.

"Kurikulum 2013 mendekatkan pada empat pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Guru tidak boleh lelah untuk mengajar murid, bahkan kepala sekolah membenahkan diri sendiri yang harus diwujudkan. Mungkin pola dan caranya harus kita kembangkan," pungkas dia.

sumber: http://kampus.okezone.com/read/2013/...tukang-nyontek